“Gugur Gunung” dan Semangat Film Pelajar Indonesia

Festival Film Pelajar Jogja (FFPJ) kembali hadir di tahun 2025 dengan membawa semangat yang segar dan penuh makna. Di usia ke-16, FFPJ mengangkat tema “Gugur Gunung”, sebuah istilah yang berarti gotong royong, tolong-menolong, dan saling membantu untuk kepentingan bersama. Tema ini diambil sebagai pengingat bahwa FFPJ selama ini tumbuh berkat kolaborasi berbagai pihak – panitia, pelajar, guru, relawan, dan komunitas film pelajar dari seluruh Indonesia. Tahun ini, FFPJ ingin agar nilai gugur gunung tidak hanya menjadi slogan, tapi benar-benar dirasakan dan dijalankan oleh semua yang terlibat.

FFPJ bukan sekadar lomba film, tetapi sebuah ruang belajar bersama, tempat para pelajar bisa bertumbuh melalui karya. Di sinilah para pelajar pembuat film, bisa menuangkan ide, keresahan, dan harapan lewat medium visual. Tema “Gugur Gunung” bisa kamu angkat dari kehidupan sehari-hari dari cerita di rumah, sekolah, kampung, atau komunitas. Pelajar bisa menggarap film fiksi, dokumenter, atau eksperimental yang menunjukkan bagaimana orang-orang bekerja sama, saling mendukung, atau bangkit dari masalah secara kolektif.

Kompetisi ini terbuka untuk semua pelajar, tanpa dipungut biaya. Durasi maksimal film adalah 10 menit, dan karyanya harus diproduksi tahun 2024–2025. Pelajar bisa membuat film secara individu atau bersama teman-teman di sekolah atau komunitas belajar. Jangan khawatir kalau belum punya peralatan canggih, yang terpenting adalah semangat dan cerita yang kuat. Banyak film hebat justru lahir dari keterbatasan, karena keterbatasan bisa melahirkan kreativitas luar biasa.

Selain kompetisi, FFPJ juga mengadakan program pendukung seperti lokakarya, kelas ahli, dan temu komunitas film pelajar. Di sinilah kamu bisa bertemu teman-teman dari daerah lain, belajar langsung dari pembuat film berpengalaman, dan memperluas jaringanmu. FFPJ ingin menjadi rumah yang nyaman bagi para pelajar kreatif dari seluruh Indonesia. Bukan hanya untuk bersaing, tapi untuk belajar, berbagi, dan saling menyemangati.

Penghargaan yang diberikan FFPJ bukan sekadar bentuk apresiasi, tapi juga pengakuan atas kerja kerasmu. Ada tiga penghargaan utama: Saraswati untuk film fiksi terbaik, Dewantara untuk film dokumenter terbaik, dan Kelir untuk film eksperimental terbaik. Setiap kategori akan menilai kekuatan ide, cerita, dan cara kamu menyampaikan pesan melalui bahasa visual dan suara. Tapi ingat, menang atau tidak bukan tujuan utama, yang paling penting adalah proses berkaryamu dan semangat untuk tumbuh.

Proses seleksi dilakukan secara adil dan profesional oleh kurator dan juri utama. Mereka akan menonton seluruh karya, menilai secara mendalam, dan memilih karya yang layak menjadi nomine maupun pemenang. Jadi jangan ragu untuk mencoba. Siapa tahu karya sederhana yang kamu buat dengan hati bisa menginspirasi banyak orang. FFPJ percaya bahwa setiap pelajar punya potensi besar untuk bercerita dan menyuarakan perubahan lewat film.

Bagi kamu yang ingin ikut, batas akhir pengiriman karya adalah Senin, 30 Juni 2025 pukul 19.00 WIB melalui link: s.id/daftarffpj2025. Semua informasi resmi bisa kamu temukan di situs www.filmpelajar.com atau media sosial @ffpjogja. Jika ada pertanyaan, kamu juga bisa langsung hubungi panitia lewat email di ffpjogja@gmail.com. Jangan menunggu sempurna untuk mulai berkarya, yang penting adalah kamu mulai dulu, dengan apa yang kamu punya.

Untuk semua pelajar pembuat film di Indonesia: tetap semangat, teruslah bercerita, dan jangan takut mencoba. Film adalah senjata lembut yang bisa menyentuh hati, membuka pikiran, dan membangun masa depan. Mungkin hari ini kamu membuat film kecil, tapi siapa tahu suatu saat karyamu bisa mengguncang dunia. Selamat berkarya, dan sampai jumpa di Festival Film Pelajar Jogja 2025.